“Cyborg She” (judul asli Jepang: Boku no Kanojo wa Saibogu) adalah film drama fiksi ilmiah romantis yang dirilis pada tahun 2008. Film ini disutradarai oleh Kwak Jae-yong, yang dikenal dengan karya romansa hit-nya “My Sassy Girl,” dan membawa sentuhan unik pada genre time travel dan hubungan manusia-robot. Film ini memadukan komedi yang canggung, aksi yang tak terduga, dan melodrama yang menyentuh untuk mengeksplorasi apa yang sebenarnya mendefinisikan cinta, emosi, dan ikatan abadi.
Inti cerita adalah tentang seorang pria yang menemukan bahwa takdir dapat diubah—bahkan oleh teknologi dari masa depan—tetapi cinta sejati adalah kekuatan yang melampaui logika dan pemrograman.
Ulang Tahun ke-20 yang Tak Terlupakan
Kisah dimulai dengan Jiro Kitamura (diperankan oleh Keisuke Koide), seorang mahasiswa yang menjalani kehidupan yang datar dan kesepian di Tokyo. Pada tanggal 22 November 2007, saat Jiro merayakan ulang tahunnya yang ke-20 sendirian di sebuah restoran, sesuatu yang luar biasa terjadi. Tiba-tiba, seorang gadis muda yang cantik dan misterius (diperankan oleh Haruka Ayase) masuk ke dalam hidupnya.
Gadis ini—yang berpakaian aneh dan bertingkah impulsif—mengajak Jiro dalam sebuah petualangan malam yang tak terduga, penuh dengan kejenakaan, kejutan, dan kekacauan kecil. Dalam waktu singkat, gadis itu berhasil membuat ulang tahun ke-20 Jiro menjadi malam paling hidup dan paling tak terlupakan yang pernah ia alami. Namun, seaneh kemunculannya, gadis itu tiba-tiba mengucapkan perpisahan yang samar dan menghilang tanpa jejak, meninggalkan Jiro dalam kebingungan dan kenangan yang indah.
Kembalinya Gadis dari Masa Depan
Satu tahun kemudian, pada ulang tahun Jiro yang ke-21, Jiro kembali ke restoran yang sama. Ia kembali bertemu dengan sosok yang terlihat persis seperti gadis misterius yang pernah ia temui setahun sebelumnya. Namun, gadis yang ini bertingkah lebih aneh, lebih kaku, dan memiliki kekuatan yang jauh di luar kemampuan manusia biasa.
Dalam sebuah insiden berbahaya di restoran, gadis itu menunjukkan kekuatan supernya dan kemudian mengungkapkan identitas aslinya kepada Jiro: ia adalah seorang Cyborg yang dikirim dari masa depan. Tujuannya adalah untuk melindungi Jiro dari sebuah tragedi yang akan mengubah hidupnya di masa depan. Cyborg ini telah diprogram oleh Jiro di masa depan (diri Jiro yang lebih tua) dan memiliki kenangan serta penampilan yang dibuat menyerupai gadis yang Jiro temui setahun sebelumnya.
Maka dimulailah kehidupan unik Jiro bersama cyborg tersebut. Gadis cyborg itu menjadi pelindung setia Jiro, menggunakan kekuatan fisiknya untuk mengamankan Jiro dari segala bahaya kecil yang menantinya—bahkan mengubah beberapa nasib buruk kecil. Jiro, meskipun terkejut, mencoba mengajari cyborg itu tentang menjadi manusia, mengajaknya memahami emosi, perilaku sosial, dan kehidupan normal.
Pencarian Emosi yang Hilang
Meskipun cyborg itu mampu meniru perilaku manusia, ia tidak mampu merasakan emosi. Ia melakukan segala sesuatu murni berdasarkan perintah dan pemrograman. Inilah dilema utama yang dihadapi Jiro: ia mulai jatuh cinta pada sosok yang secara fisik adalah gadis impiannya, tetapi secara emosional adalah mesin tanpa jiwa.

Hubungan mereka penuh dengan momen lucu, mengharukan, dan canggung. Jiro berjuang untuk mendapatkan respons emosional, sementara cyborg itu menjalankan perannya sebagai pelindung dengan dedikasi total. Meskipun cyborg tersebut tidak bisa mencintai, kehadirannya secara bertahap mengajarkan Jiro tentang arti kepedulian, dan kehadirannya mengisi kekosongan yang selama ini ia rasakan.
Kisah mereka mencapai klimaksnya ketika sebuah bencana alam besar melanda Tokyo. Dalam situasi yang penuh kehancuran dan keputusasaan, cyborg tersebut dipaksa untuk membuat keputusan final yang melampaui pemrogramannya—sebuah tindakan yang akan menguji batas antara program dan emosi sejati, dan yang secara definitif akan mengubah takdir Jiro dan esensi dari hubungan mereka melintasi alur waktu.
