“Underworld” (2003) adalah film action-horror-fantasy yang memperkenalkan penonton pada sebuah dunia gelap dan tersembunyi di mana dua ras makhluk mitos hidup berdampingan dengan manusia—Vampir dan Lycan (manusia serigala). Film ini tidak hanya menawarkan visual yang stylish dan adegan aksi yang intens, tetapi juga menyajikan alur cerita yang kaya akan konflik kuno, pengkhianatan, dan romansa terlarang.
Latar belakang cerita film ini adalah perseteruan berabad-abad yang tak pernah usai, di mana kedua klan telah menjalani peperangan rahasia yang tersembunyi dari pandangan dunia manusia. Perang ini telah melahirkan mitologi, aturan klan, dan dendam yang mendarah daging.
Selene: Sang Pemburu Lycan
Karakter utama film ini adalah Selene (diperankan oleh Kate Beckinsale), seorang prajurit elite Vampir yang dikenal sebagai Death Dealer. Selene adalah seorang petarung tangguh dan cekatan yang mengabdikan seluruh keberadaan abadinya untuk memburu dan memberantas kaum Lycan, musuh bebuyutan klan Vampir.
Bagi Selene dan seluruh klan Vampir, perang ini adalah masalah kehormatan dan kelangsungan hidup. Mereka meyakini bahwa mereka berada di ambang kemenangan total, terutama setelah kematian pemimpin tertinggi Lycan yang legendaris, Lucian, beberapa waktu lalu. Selene, yang menyaksikan pembantaian keluarganya oleh Lycan di masa lalu, merasa memiliki misi pribadi dalam setiap perburuannya. Ia adalah anggota klan yang setia dan disiplin, mengutamakan tugas di atas segalanya.
Pemburuan Misterius Michael Corvin
Suatu malam, saat Selene dan tim Death Dealer lainnya sedang melakukan perburuan rutin di kota, ia mendapati Lycan melakukan aktivitas yang tidak biasa. Mereka tidak hanya menyerang Vampir, tetapi juga secara aktif mengejar seorang manusia biasa bernama Michael Corvin (Scott Speedman), seorang dokter muda yang tidak menyadari sama sekali keberadaan dunia di bawah tanah ini.
Selene merasa ada yang janggal. Biasanya, Lycan hanya tertarik pada Vampir. Fokus mereka yang intens dan terkoordinasi pada Michael Corvin menunjukkan adanya rencana yang lebih besar dan berbahaya. Melawan perintah pimpinan klan Vampir saat ini, Kraven, Selene memutuskan untuk menyelidiki mengapa Michael menjadi target Lycan.
Investigasi ini membawa Selene keluar dari zona nyamannya. Semakin dalam ia menggali misteri di balik Michael, semakin banyak kejanggalan yang ia temukan, mengarah pada kemungkinan adanya pengkhianatan di dalam klan Vampir sendiri—suatu hal yang dianggap tabu dan tidak mungkin.
Pertanyaan Tentang Kebenaran dan Takdir
Di tengah kekacauan, Michael Corvin digigit oleh seorang Lycan, memaksanya masuk ke dalam konflik yang sama sekali tidak ia ketahui. Kini, Michael menjadi kunci, entah untuk kemenangan Lycan atau penemuan rahasia besar yang tersembunyi. Selene harus membuat pilihan yang mustahil: apakah ia harus memenuhi tugasnya sebagai Death Dealer dengan membunuh Michael, yang kini telah terkontaminasi oleh darah Lycan, atau menyelamatkannya untuk mengungkap kebenaran yang mulai terkuak?

Hubungan yang terjalin antara Selene dan Michael menjadi inti emosional cerita ini. Persimpangan takdir mereka mengancam untuk meruntuhkan batas-batas perseteruan abadi antara Vampir dan Lycan. Selene dipaksa untuk mempertanyakan segala sesuatu yang ia yakini tentang sejarah klan dan sifat musuh mereka.
Film ini mengajak penonton untuk menyaksikan pergulatan batin Selene saat ia berusaha membongkar konspirasi kuno yang menghubungkan masa lalu, Michael Corvin, dan awal mula perang abadi antara dua spesies ini. Akankah cinta yang baru tumbuh ini mampu mengubah jalannya takdir? Atau apakah Selene hanya akan menarik Michael lebih jauh ke dalam Underworld yang penuh kegelapan?
